Sabtu, 19 Februari 2011

Penyebab Keputihan Abnormal

Diposting oleh Aserin Saprina di 13.32
Keputihan yang abnormal (Patologis) seringkali disebabkan oleh infeksi pada vagina karena  jamur, bakteri atau parasit.

Infeksi jamur biasanya dari golongan Candida atau Monilia akibat perubahan kadar hormon ,gula darah ,atau rendahnya dayatahan tubuh.
Dari golongan bakteri biasanya Hemofilus Vaginalis. Bakteri ini jahat dan dapat ditularkan melalui hubungan kelamin. 
Infeksi Parasit biasanya adalah dari golongan trikomonas dan dapat ditularkan melalui hubungan kelamin.

Penyebab lainnya atas keputihan abnormal juga dapat disebabkan oleh luka, penyakit ganas, benda asing seperti pemakaian tampon atau spiral dan Penyakit Hubungan Seksual (PHS) misalnya Gonore atau Raja Singa dan AIDS.

Jika keputihan tidak diobati secara tuntas, maka infeksi dapat merembet ke rongga rahim, kemudian kesaluran telur hingga sampai ke indung telur dan akhirnya ke dalam rongga Panggul. Tidak sedikit wanita yang menderita keputihan kronik (bertahun-tahun) menjadi mandul.

Pada dasarnya keputihan adalah keluarnya cairan yang berlebihan dari vagina.
Pada kondisi abnormal disertai oleh rasa gatal, terbakar di bibir vagina, atau kerap juga disertai bau busuk dan rasa nyeri waktu berkemih atau senggama, berwarna putih susu, kekuningan, keabuan sampai kehijauan, bahkan bisa bercampur darah. Baunya pun berbeda-beda, dapat tanpa bau atau berbau seperti telur busuk atau anyir seperti ikan mentah.
Perubahan dalam keseimbangan bakteri dalam vagina bisa mempengaruhi warna, bau dan juga tekstur dari keputihan.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan perubahan keseimbangan bakteri maupun kadar (pH) asam vagina:

1.    Penggunaan antibiotik maupun streoid cukup lama sehingga menyebabkan bakteri “baik” penjaga pH vagina mati dan jamur tumbuh subur.
2.    Vaginosis bakterial, merupakan infeksi bakteri yang sering terjadi pada wanita hamil ataupun pada wanita yang memiliki banyak pasangan seksual.
3.    Pemakaian pil KB karena keseimbangan hormon terpengaruh dan terjadi ketidakseimbangan pH.
4.    Kanker serviks.
5.    Klamidia, gonorea, yang merupakan infeksi menular seksual.
6.    Diabetes tidak terkontrol sehingga kadar gula yang tinggi menyebabkan adanya gula dalam urin dan darah dan mengakibatkan bakteri tumbuh subur.
7.    Penggunaan sabun pencuci vagina karena mengganggu keseimbangan pH vagina.
8.    Infeksi panggul setelah operasi.
9.    Penyakit radang panggul.
10. Trikomoniasis, infeksi parasit yang biasanya dikarenakan hubungan seks yang tidak aman.
11. Atrofi vagina, penipisan dan kekeringan dinding vagina karena menopause.
12. Vaginitis, merupakan kondisi peradangan dan iritasi sekitar vagina.
13.   Infeksi jamur

Baca Juga :

0 komentar:

Posting Komentar

 

Info untuk para Sahabat Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare