Sabtu, 19 Februari 2011

Mengatasi Keputihan

Diposting oleh Aserin Saprina di 13.34 0 komentar
Herbal atau tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi keputihan diantaranya berfungsi sebagai antiradang, anti-infeksi, antiseptik, menghilangkan gatal, pengelat (mengerutkan selaput lendir sehingga dapat mengurangi sekresi cairan). Menggunakan resep dari herbal harus dilakukan setiap hari secara teratur sampai keluhan hilang.
Tumbuhan obat yang digunakan untuk mengatasi keputihan, antara lain :

1.Daun Sirih (Piper betle L.)
Khasiat : antiradang, anti-infeksi dan menghilangkan gatal.

2.Sambiloto (Andrographis paniculata)
Khasiat : antiradang, menghilangkan bengkak, menghilangkan panas.

3.Kunyit (Curcuma longa L.)
Khasiat : antiradang, antibakteri

4.Kulit delima (Punica granatum)
Khasiat : sebagai astringent /pengelat (mengurangi sekresi cairan)

5.Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa)
Khasiat : berkhasiat antiradang, antikanker

6.Tumbuhan Leunca (Solanum nigrum L.)
Khasiat : antiradang, antikanker, menghilangkan bengkak, menghilangkan gatal, peluruh kemih, menghilangkan panas.

7.Bunga Jengger Ayam (Celosia cristata)
Khasiat : antiradang, pengelat (astringent), peluruh kemih, menghilangkan keputihan.
Berikut contoh resep herbal untuk mengatasi keputihan

Resep 1. (Pemakaian luar)
10-15 lembar daun sirih + 30 gram daun jambu biji, dicuci bersihlalu direbus dengan 2 liter air hingga tersisa 1 liter, disaring, hangat-hangat kuku digunakan untuk mencuci vagina. Lakukan secara teratur.

Resep 2. (Pemakaian dalam)
20 gram kunyit (dipotong-potong)+ 10 gram sambiloto kering + 15 gram kulit delima kering, dicuci bersih semuanya, lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari (dapat ditambahkan gula aren atau madu). Lakukan secara teratur.

Baca Juga :

Tips Mencegah Keputihan

Diposting oleh Aserin Saprina di 13.33 0 komentar
Keputihan erat sekali kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari. Salah satu penyebab utama keputihan adalah masalah kebersihan di sekitar organ intim. Misalnya tidak mengeringkan bagian organ intimnya setelah buang air kecil sehingga celana menjadi agak basah.

Organ intim wanita sangatlah sensitif dengan kondisi lingkungan. Karena letaknya tersembunyi dan tertutup, vagina memerlukan suasana kering dan bersih. Kondisi lembab akan mengundang perkembangbiakan jamur dan bakteri pathogen.

Agar terhindar dari 
keputihan maka kebersihan organ kewanitaan sebaiknya dijaga sejak bangun tidur dan mandi pagi.

Berikut tips-tips untuk mencegah keputihan :

1.    Jangan mempergunakan sabun pencuci vagina. Sebagian dokter ada yang mengijinkan tapi gunakanlah pembersih yang tidak mengganggu kestabilan pH pada organ intim wanita. Misalnya produk pembersih yang terbuat dari bahan dasar susu karena produk seperti ini mampu menjaga seimbangan pH sekaligus meningkatkan pertumbuhan flora normal dan menekan pertumbuhan bakteri yang tak bersahabat. Kalau sabun antiseptik umumnya bersifat keras sehingga tidak baikdigunakan dalam jangka panjang.

2.    Selalu membersihkan dari arah depan ke belakang setelah berkemih ataupun buang air besar. Bila ke arah kebalikannya maka infeksi bakteri akan mudah masuk ke vagina dan menyebabkan infeksi.

3.    Jangan gunakan petroleum jelly atau minyak pijat sebagai lubrikasi vagina Anda. Ini bisa menyebabkan bakteri tumbuh di dalamnya.

4.    Jakan memakai bedak pada organ kewanitaan karena bedak memiliki partikel-partikel halus yang mudah terselip disana-sini sehingga mengundang jamur dan bakteri bersarang.

5.    Keringkan vagina sebelum berpakaian.

6.    Gunakan celana dalam yang kering dengan bahan yang mudah menyerap keringat. Seandainya basah atau lembab, sebaiknya segera diganti dengan yang bersih dan belum dipakai.

7.    Gunakan pakaian luar yang tidak mengganggu sirkulasi udara di sekitar organ intim, misalnya rok atau celana longgar.

8.    Saat haid, sering-seringlah berganti pembalut, karena disaat haid kondisi vagina sangat lemah. Sangat mudah bagi jamur dan bakteri berkembang biak.

9.    Jika suka memakai panty liner, ganti tiap selesai buang air kecil. Hindari yang mempunyai wangi, bedak dan lotion.

Semoga info ini bermanfaat buat para wanita.

Baca Juga :

Penyebab Keputihan Abnormal

Diposting oleh Aserin Saprina di 13.32 0 komentar
Keputihan yang abnormal (Patologis) seringkali disebabkan oleh infeksi pada vagina karena  jamur, bakteri atau parasit.

Infeksi jamur biasanya dari golongan Candida atau Monilia akibat perubahan kadar hormon ,gula darah ,atau rendahnya dayatahan tubuh.
Dari golongan bakteri biasanya Hemofilus Vaginalis. Bakteri ini jahat dan dapat ditularkan melalui hubungan kelamin. 
Infeksi Parasit biasanya adalah dari golongan trikomonas dan dapat ditularkan melalui hubungan kelamin.

Penyebab lainnya atas keputihan abnormal juga dapat disebabkan oleh luka, penyakit ganas, benda asing seperti pemakaian tampon atau spiral dan Penyakit Hubungan Seksual (PHS) misalnya Gonore atau Raja Singa dan AIDS.

Jika keputihan tidak diobati secara tuntas, maka infeksi dapat merembet ke rongga rahim, kemudian kesaluran telur hingga sampai ke indung telur dan akhirnya ke dalam rongga Panggul. Tidak sedikit wanita yang menderita keputihan kronik (bertahun-tahun) menjadi mandul.

Pada dasarnya keputihan adalah keluarnya cairan yang berlebihan dari vagina.
Pada kondisi abnormal disertai oleh rasa gatal, terbakar di bibir vagina, atau kerap juga disertai bau busuk dan rasa nyeri waktu berkemih atau senggama, berwarna putih susu, kekuningan, keabuan sampai kehijauan, bahkan bisa bercampur darah. Baunya pun berbeda-beda, dapat tanpa bau atau berbau seperti telur busuk atau anyir seperti ikan mentah.
Perubahan dalam keseimbangan bakteri dalam vagina bisa mempengaruhi warna, bau dan juga tekstur dari keputihan.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan perubahan keseimbangan bakteri maupun kadar (pH) asam vagina:

1.    Penggunaan antibiotik maupun streoid cukup lama sehingga menyebabkan bakteri “baik” penjaga pH vagina mati dan jamur tumbuh subur.
2.    Vaginosis bakterial, merupakan infeksi bakteri yang sering terjadi pada wanita hamil ataupun pada wanita yang memiliki banyak pasangan seksual.
3.    Pemakaian pil KB karena keseimbangan hormon terpengaruh dan terjadi ketidakseimbangan pH.
4.    Kanker serviks.
5.    Klamidia, gonorea, yang merupakan infeksi menular seksual.
6.    Diabetes tidak terkontrol sehingga kadar gula yang tinggi menyebabkan adanya gula dalam urin dan darah dan mengakibatkan bakteri tumbuh subur.
7.    Penggunaan sabun pencuci vagina karena mengganggu keseimbangan pH vagina.
8.    Infeksi panggul setelah operasi.
9.    Penyakit radang panggul.
10. Trikomoniasis, infeksi parasit yang biasanya dikarenakan hubungan seks yang tidak aman.
11. Atrofi vagina, penipisan dan kekeringan dinding vagina karena menopause.
12. Vaginitis, merupakan kondisi peradangan dan iritasi sekitar vagina.
13.   Infeksi jamur

Baca Juga :

Penyebab Keputihan

Diposting oleh Aserin Saprina di 13.30 0 komentar
Keputihan atau Fluor Albus yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Pencetusnya biasanya antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit.

Penyebab keputihan pada umumnya dikarenakan oleh kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik sehingga kondisi organ intim wanita menjadi kurang bersih dan lembab. Seperti :

§  Memakai tissue saat membasuh bagian kewanitaan, sehabis buang air kecil maupun buang air besar
§  Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis yang membuat sirkulasi udara kurang baik.
§  Sering menggunakan WC Umum yang kotor
§  Tidak mengganti panty liner sehabis buang air
§  Membilas vagina dari arah yang salah. Yaitu dari arah belakang ke depan
§  Sering bertukar handuk dgn orang lain
§  Kurang menjaga kebersihan vagina
§  Kelelahan dan stress
§  Malas mengganti pembalut saat menstruasi
§  Penggunaan sabun pembersih vagina yang kurang tepat
§  Tidak mejalani pola hidup sehat (makan tidak teratur, tidak pernah olah raga, ridur kurang)
§  Tinggal di daerah yang lembab
§  Lingkungan sanitasi yang kotor.
§  Sering mandi berendam dengan air hangat dan panas Karena jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.
§  Berganti-ganti pasangan dalam berhubungan sex
§  Kadar gula darah tinggi
§  Hormon yang tidak seimbang
§  Sering menggaruk vagina

Dengan memperhatikan cairan yang keluar, kadang-kadang dapat diketahui penyebab keputihan.

·         Jika cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan, disebabkan oleh Infeksi kencing nanah
·         Jika cairan encer berwarna kuning kelabu, disebankan oleh Parasit Trichomonas Vaginali
·         Jika cairan disertai bau busuk, disebabkan oleh kanker

Jumlah, warna, dan bau dari cairan keputihan akibat infeksi mikroorganisme tergantung dari jenis mikroorganisme yang menginfeksinya.
§  Infeksi yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis ciri-cirinya : cairan yang keluar bersifat encer, berwarna hijau terang dan berbau tidak sedap, disertai dengan rasa gatal, sering buang air kecil tapi sedikit-sedikit dan rasanya panas.
§  Infeksi oleh jamur Candida albicans mempunyai ciri-ciri : cairan vagina yang keluar berwarna putih, kental, ada bercak putih yang melekat pada dinding vagina, seringkali disertai rasa gatal yang intensif.
§  Infeksi oleh bakteri Gardnerella vaginalis menimbulkan cairan yang berwarna putih keruh keabu-abuan, agak lengket, berbau tidak sedap serta rasa gatal dan panas pada vagina.

Baca Juga :

Keputihan Normal

Diposting oleh Aserin Saprina di 13.28 0 komentar
Pada Vagina wanita dewasa terdapat bakteri yang baik yang disebut dengan basil Doderlein. Dalam keadaan normal jumlah basil ini cukup dominan dan membuat lingkungan vagina bersifat asam sehingga vagina mempunyai daya proteksi yang cukup kuat. Disamping itu vagina juga mengeluarkan sejumlah cairan yang berguna untuk melindungi diri dari terhadap infeksi.

Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah.
Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.

Jadi, keputihan masih sebatas normal jika :

·         Cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu. Cairan ini bisa encer atau kental seperti lendir.

·         Terjadi sebelum atau sesudah haid, selama masa kehamilan, saat masa subur (ovulasi) dan saat terangsang seksual.

§  Tidak gatal dan tidak berbau.

§  Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta.

§  Gadis muda pada masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.

Istilah keputihan acap kali digunakan sebagai referensi umum untuk sekresi vaginal, baik yang normal maupun abnormal. Karena tidak ada istilah lain dalam bahasa Indonesia yang umum dipakai untuk sekresi vaginal. Hal ini menimbulkan kerancuan di masyarakat.

Baca juga :

KEPUTIHAN

Diposting oleh Aserin Saprina di 13.27 0 komentar
Keputihan (flour albus) adalah cairan yang berlebihan yang keluar dari vagina. Keputihan bisa bersifat fisiologis (kondisi normal) namun bisa juga bersifat patologis (kondisi abnormal).
Keputihan tidaklah mengenal batasan usia. Berapa pun usia seorang wanita, bisa terkena keputihan

Keputihan adalah masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum hawa. Tidak banyak wanita yang tahu apa itu keputihan dan terkadang menganggap enteng persoalan keputihan ini. Sebagaian menganggap ini adalah hal yang wajar. Padahal keputihan tidak bisa dianggap enteng, karena akibat dari keputihan ini bisa sangat fatal bila lambat ditangani.
Tidak hanya bisa mengakibatkan kemandulan dan hamil diluar kandungan, keputihan juga bisa merupakan gejala awal dari kanker leher rahim (servik), yang bisa berujung pada kematian.

Di dalam vagina terdapat berbagai macam kuman. Flora normal di dalam vagina membantu menjaga keasaman pH vagina, pada keadaan yang optimal. pH vagina seharusnya antara 3,5 s.d. 5,5. Flora normal ini bisa terganggu jika ada pemakaian antiseptik untuk daerah vagina bagian dalam. Ketidakseimbangan ini mengakibatkan tumbuhnya jamur dan kuman-kuman yang lain. Padahal flora normal dibutuhkan untuk menekan tumbuhan yang lain itu untuk tidak tumbuh subur. Kalau keasaman dalam vagina berubah maka kuman-kuman lain dengan mudah akan tumbuh sehingga akibatnya bisa terjadi infeksi yang akhirnya menyebabkan keputihan.

Pemakaian sabun antiseptik yang sekarang banyak diiklankan, untuk daerah vagina, sebenarnya tidak masalah bila dipakai sebagai obat luar. Pembilasan vagina dengan anti septik sebaiknya atas dasar indikasi. Bila terkena keputihan sebaiknya ke dokter saja, daripada mengatasinya sendiri dengan obat-obatan antiseptik yang dimasukkan ke dalam vagina.

Baca juga :
 

Info untuk para Sahabat Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare